rizky.windari10's blog
mencari dan memberi yang terbaik
 
 
berita mengenai isu pertanian
Posted on September 15th, 2010 at 3:36 am by rizky.windari10

Nama : Rizky Cahya Windari

NRP    : G34100040

Laskar 18

HKTI Minta Tata Niaga Beras lebih Efisien

Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sutrisno Iwantono mengatakan, tingginya harga beras bukan semata-mata ulah spekulan namun juga karena tata niaga yang kurang efisien dan terlalu panjang.
“Kami mendukung pemerintah melakukan efisiensi tataniaga,” kata Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) versi Oesman Sapta ini di Jakarta, Jumat (27/8), usai rapat pengurus HKTI dan buka bersama Forum Kebangsaan Nasional.

Hadir pada acara buka bersama itu antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin (memberikan ceramah), pengurus HKTI dan pengurus partai yang tidak lolos Parliamentary Threshold (ambang batas perolehan kursi di DPR).
Iwantono mendukung jika Bulog dan koperasi diberi peran yang lebih besar agar efisiensi tataniaga bisa dilakukan. Ia mengatakan jika Bulog mampu mengendalikan harga maka para spekulan tidak akan berkutik.
Menurut dia, jika tata niaga panjang maka biayanya tinggi dan harga beras menjadi mahal. Namun katanya, tingginya harga beras bukan dinikmati oleh petani tapi oleh pedagang.

Untuk itu, Iwantono mengharapkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Bulog dan HKTI perlu duduk bersama untuk membahas efisiensi tata niaga beras.

Sementara itu Ketua Umum HKTI Oesman Sapta juga mengharapkan agar harga beras tidak mahal, apalagi menjelang lebaran, namun juga harus tetap menguntungkan bagi petani. “Dengan demikian petani tetap terus tertarik untuk berusaha tani,” katanya.

(sumber : http://www.mediaindonesia.com/HKTI-Minta-Tata-Niaga-Beras-lebih Efisien. html)

cerita inspirasi orang lain
Posted on September 15th, 2010 at 3:32 am by rizky.windari10

Nama : Rizky Cahya Windari

NRP    : G34100040

Laskar 18

cerita inspirasi

Aku anak kedua dari dua bersaudara. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki. Ia adalah mahasiswa Universitas Hasanudin Fakultas Farmasi Konsentrasi Teknologi Lab. Kesehatan. Saat ini, Ia sedang menempuh semester delapan. Namanya Wawan. Ia adalah kakakku sekaligus adalah inspirasi dan semangat hidupku. Ada banyak hal yang menjadi inspirasi untukku dari Ia. Salah satu hal yang menjadi inspirasi bagi-ku adalah Ia mempunyai keteguhan hati yang sangat kuat. Dari seven philosophy of tree, Ia seperti batang (moral), akar (agamis), daun(intelektual), serta ranting (professional).

Moral, kakakku sangat menjujung tinggi moral yang baik. Semenjak bersekolah, Ia tidak pernah berbuat masalah disekolahnya. Ia selalu patuh terhadap guru-gurunya. Selain itu, Ia selalu patuh terhadap Ibuku. Tak pernah berbuat macam-macam yang membuat ibuku pusing. Akar(agamis), kakakku sangat rajin dalam melaksanakan ibadah sholat. Ia selalu berusaha untuk tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Selain itu, Ia juga selalu menasihatiku tentang kerohanian. Ia selalu mengingatkanku untuk tidak meninggalkan ibadah sholat 5 waktu. Daun(intelektual), kakakku termasuk anak yang pintar. Tak jarang, Ia mendapatkan juara kelas di sekolah. Berprestasi di bidang akademik di kampusnya. Ranting (professional), dalam menjalani tugas-tugasnya Ia selalu professional. Penuh dengan rasa tanggung jawab, dan fokus dengan apa yang Ia kerjakan. Kakakku mempunyai cita-cita yang sangat mulia. Ia ingin membahagiakan aku dengan ibuku. Ia selalu berusaha untuk tidak mengecewakan ibuku. Berdasarkan kesungguhan cita-citanya itu, dulu ketika Ia mendaftar kuliah, Ia menjadi satu-satunya mahasiswa dari Papua yang mengikuti tes seleksi masuk UNHAS pada tahun 2006, angkatannya pada saat itu.

Karena kesungguhan hati dan keseriusan dalam menempuh studinya. Pada tahun ini InsyaAllah Ia akan wisuda. Aku ingin sekali menjadi seperti kakakku, yang begitu sangat agamis dan berprestasi. Setiap aku merasa jenuh dengan hidupku, merasa jatuh, dan terkadang juga merasa minder dengan teman-temanku, kakakku-lah yang selalu menyemangatiku. Selain kakakku, Ibuku juga merupakan penyemangat yang paling utama dalam hidupku. Kakakku memberiku inspirasi bahwa hidup adalah perjuangan. Kunci kesuksesan adalah mimpi kita. Jangan pernah lelah untuk meraih apa yang kita impikan. Karena sesungguhnya tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Setiap manusia pasti bisa meraih apa yang Ia impikan dengan usahanya dan semangat hidupnya.
Kakakku juga selalu berpesan padaku agar jangan pernah menyerah. Dan berusahalah semaksimal mungkin dan sekuat tenaga kita. Mengenai hasil akhirnya, serahkanlah hanya kepada Allah SWT. Serta Ia selalu berpesan untuk tetaplah semangat!!!
My brother, my life inspiration…………..

cerita inspirasi diri sendiri
Posted on September 15th, 2010 at 3:19 am by rizky.windari10

Nama : Rizky Cahya Windari

NRP    : G34100040

Laskar 18

cerita inspirasi

Aku bukanlah manusia sempurna. Aku juga bukan seorang anak yang sangat pintar. Aku sadar aku mempunyai banyak kelemahan dan kekurangan. Tetapi aku mempunyai cita-cita dan mimpi-mimpi yang ingin aku wujudkan. Salah satu mimpiku adalah ingin sekali membuat ibuku bangga atas prestasiku. Aku tak menjanjikan apa-apa kepada Ibu­-ku , tapi aku akan berusaha sekuat tenaga-ku untuk bisa mewujudkan mimpiku itu. Mungkin di bawah ini akan aku ceritakan sedikit kisah mengenai perjalanan hidupku hingga aku dapat melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pada suatu hari, sekitar 10 bulan yang lalu pada saat aku masih kelas 3 SMA semester 1 ada pendaftaran USMI IPB. Aku mencoba untuk mendaftarkan diri mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya. Sebenarnya itu bukan kemauan aku, melainkan kemauan ibu ku. Ibu ku ingin sekali aku kuliah di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, oleh karena itu pada saat pendaftaran USMI IPB ibu ku langsung menyuruhku untuk mendaftar. Aku sempat ragu, karena sebenarnya aku belum pernah ke kota bogor sama sekali. Apalagi di bogor aku tak punya saudara siapa-siapa disana. Tapi dengan hati yang teguh dan aku berpikir selama beberapa hari, aku memastikan tak ada salahnya aku mencoba. Apapun hasilnya nanti aku hanya serahkan kepada Allah SWT. Karena aku percaya, kehendak dari Allah adalah yang terbaik untukku. Aku terus berdoa agar keinginan ibuku itu dapat terwujud. Aku sempat berpikir, bagaimana kalau seandainya aku lulus seleksi USMI? Berarti aku harus meninggalkan Ibuku sendiri di Papua. Karena ayahku telah lama meninggal. Sungguh.., aku tak sanggup, tapi sekolah di luar Papua merupakan salah satu impianku. Karena aku ingin sekali memperoleh banyak pengalaman yang lebih dari luar Papua. Selain itu, aku ingin hidup mandiri. Aku tidak ingin untuk terus-menerus bergantung pada Ibuku dan menjadi anak yang manja.  Salah satu tujuanku juga yaitu aku ingin menggapai cita-cita ku dan ingin hidup maju serta menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Teman-temanku sempat meremehkan aku. Mereka sempat berkata, mana mungkin aku tembus seleksi Perguruan Tinggi Negeri yang terkenal di Indonesia ini. Tetapi dengan lapang dada, aku tetap terus tegar dan sabar. Karena aku yakin apapun hasilnya nanti adalah yang terbaik untukku dari Allah SWT. “Yah.. mungkin aku tak sepintar mereka”. Aku tak peduli apapun kata mereka, aku tetap terus maju. Yang aku pikirkan hanyalah cita-cita dan dapat membahagiakan Ibuku. Hari pengumuman pun tiba…,dan hasil pengumuman USMI menyatakan bahwa aku lulus seleksi. Entah harus dengan berkata-kata seperti apa untuk menggambarkan perasaan hati ku pada saat itu. Sepulang sekolah aku langsung memberikan kabar gembira itu kepada Ibuku. Ku lihat raut wajahnya begitu bahagia. Akhirnya, akupun dapat mewujudkan salah satu impianku. Dari beribu-ribu impian yang masih banyak belum aku wujudkan kepada Ibuku. Selain itu, aku bisa membuktikan kepada teman-temanku bahwa tak ada hal yang tak mungkin di dunia ini. Karena “setiap orang bisa mewujudkan impiannya dengan usaha dan keteguhan hati yang dimiliki…”